Minggu, 27 November 2011

Videoclip Mars PLH


Tafsiran Mars PLH


Bait 1:
Tuhan ciptakan alam nan indah
Manusia penerima amanah
Wahana karya bernilai ibadah
Ambil manfaat jangan serakah

                Tuhan ciptakan alam nan indah. Alam yang indah ini telah memberikan kita banyak manfaat yang tidak ada bandingannya. Tuhan ciptakan alam nan indah tanpa kita sadari alam itu telah banyak menolong kehidupan kita.Sebagai manusia pernerima amanah,kita harus menjaga,merawat , memelihara alam yang indah ini.Dalam ciptaan Tuhan tersimpan banyak karya yang bernilai ibadah.
Bait 2:
Karya agung-Nya teramat luhur
Semua makhluk hidup makmur
Amal berkah tumbuh subur
Jagad raya sujud syukur
                Karya agung-Nya teramat luhur.Kita semua tidak menyadari bahwa karya ciptaan Tuhan sungguh luar biasa dan tak ada seorangpun yang dapat membuat karya agung seperti-Nya.semua makhluk hidup makmurkarena ciptaan Tuhan yang karya agung-Nya teramat luhur,amal berkah tumbuh subur membuat jagad raya dan seisinya sujud syukur kepada Tuhan yang telah menciptakan semua ini.
Bait 3:
Buma buha mata Buka mata buka hati
Memelihara alam titipan Allah
Jagalah mata jagalah hati, ayunkan tangan langkahkan kaki
Memelihara alam titipsn ilahi, cermin insan khalifah fil ardi.

                Kita harus bisa membuka mata dan hati kita untuk melihat sekeliling kita untuk menjaga alam kita dan membuka mata hati kita untuk selalu dapat memelihara alam yang telah tuhan titipkan kepada kita yaitu seperti manusia yang menjalankan perintah tuhannya.


Bait 4:
Karena ulah tangan manusia
Darat dan laut rusak binasa
Warisan anak cucu tak tersisa
Bencana alam dimana mana

Karena ulah tangan manusia yang tidak bertanggung jawab darat dan laut menjadi rusak binasa akibat ulah mereka. Oleh karena itu, banyak warisan anak cucu tak tersisa dan bencana alam dimana mana seperti banjir, kebakaran hutan, polusi udara, dll.

Bait 5:
Jiwa siswa SMA 8
Dan pendidikan lingkungan hidup
Ecological Youth Environmental Source
Siswa peduli lingkungan hidup
Hu,,, fil ardii...
                Siswa siswa SMA 8 yang telah diberikan pendidikan lingkungan hidup dan peduli lingkungan dapat memberikan contoh atau panutan bagi orang lain atau siswa lain untuk lebih memelihara alam dengan sungguh-sungguh dan segenap hati.


Minggu, 20 November 2011

Pencemaran Udara di Pekanbaru



PERMASALAHAN :
Pekanbaru, Kompas – Menyusul kebakaran hutan dan lahan yang semakin marak
di beberapa kawasan di Provinsi Riau, indikator pencemaran udara di Kota
Pekanbaru menunjukkan kondisi yang berbahaya dalam dua hari terakhir ini.
Kondisi tersebut dikhawatirkan akan mengancam kesehatan warga Pekanbaru dan
sekitarnya, terutama setelah ditemukan indikasi terbakarnya lahan
perkebunan karet dan tanaman bergetah lainnya di Kabupaten Kampar, Riau.  Dan a
khir-akhir ini, Pekanbaru juga sedang disibukkan dengan pembangunan di segala bidang. Mulai dari pembangunan gedung-gedung pemerintah yang diganti dengan bangunan baru, pembangunan pusat perbelanjaan, pembangunan apartemen, sampai dengan pembangunan ruko hampir di setiap jalan di Pekanbaru. Belum lagi pembangunan jalan layang di sepanjang jalan jenderal sudirman yang semakin memperparah kepadatan lalu lintas jalan raya di Pekanbaru. Kondisi seperti ini secara langsung maupun tidak langsung telah mengakibatkan pencemaran udara dan panas yang sangat terik bagi pejalan kaki dan pengguna kendaraan roda dua di jalan raya kota pekanbaru. Pelaksanaan pembangunan yang sangat pesat telah mengakibatkan banyaknya lahan hijau yang hilang. Pohon-pohon peneduh di pinggir jalan banyak yang di tebang habis agar tidak menutupi bangunan-bangunan baru yang sedang dibangun. Selain pembangunan fisik, di Kota Pekanbaru jumlah kepemilikan kendaraan bermotor makin lama semakin meningkat tajam, seiring dengan pertumbuhan perekonomian dan selaras dengan kebutuhan manusia untuk melakukan suatu pergerakan dengan perangkat transportasi. Menurut manajer cabang OPEL Pekanbaru (dalam wawancara radio Aditya), setiap bulannya kurang lebih 140-an mobil baru terjual di Kota Pekanbaru. Jadi dapat diperkirakan dalam satu tahun pertambahan mobil di Pekanbaru 1680, belum termasuk mobil yang dibeli diluar Pekanbaru. Jadi, jelas sudah, Pekanbaru Kota Bertuah telah menjadi kota besar dengan tingkat pencemaran udara yang besar pula.
SOLUSI:
A.      Tindakan Preventif
1.    Membuat taman-taman kota atau ruang hijau terbuka
2.    Menanam banyak pohon terutama disepanjang tepi jalan dan membuat jalur hijau di tengahnya.
3.    Tidak melakukan penebangan hutan, pohon dan tumbuhan liar secara sembarangan.
4.    Tidak membakar sampah di pekarangan rumah.
5.    Membuat taman-taman kota atau ruang hijau terbuka.
6.    Membatasi jumlah ruko.
7.    Membangun jalan yang lebar agar udara dapat bebas bergerak.
8.    Pada pusat kota, hendaknya jalan-jalan porotokol diusahakan mempunyai jalur alternatif  dan adanya kesadaran  masyarakat  untuk tidak memarkirkan kendaraannya di badan jalan. Dengan adanya jalur alternatif dan kesadaran ini maka kemacetan akan terhindar pada jam-jam sibuk, yang berarti pengurangan pencemaran udara.

B.
  Tindakan Kuratif
1.    Memberi sanksi tegas kepada pengguna kendaraan yang memarkirkan kendaraannya di badan jalan
2.    Asosiasi hotel dan restoran, asosiasi travel, serta asosiasi pertokoan mengharuskan hotel, restoran dan toko disepanjang jalan untuk menanam pohon pada halamanya di dekat jalan. Misalnya pohon ketapang dengan tajuk yang indah dan unik berbentuk datar berteras yang dapat memberi naungan tanpa mengganggu pejalan kaki. (Soemarwoto, 2001).
3.    Memberi sanksi tegas kepada warganya yang membakar sampah di pekarangan rumah.
4.    Menggalang dana untuk mengobati dan merawat korban pencemaran lingkungan
5.    Kerja bakti rutin di tingkat RT/RW atau instansi-instansi untuk membersihkan lingkungan dari polutan.

C. Rehabilitatif                                                                                                        1. Mengembangkan energi alternatif dan teknologi yang ramah lingkungan.
2.                             2. Ikut memelihara dan tidak mengganggu taman kota dan pohon pelindung.
                    3. Ikut berpartisipasi dalam kegiatan penghijauan. 
                      4. PROGRAM LANGIT BIRU yang dicanangkan sejak Agustus 1996. Bertujuan untuk meningkatkan   kembali kualitas udara yang telah tercemar, misalnya dengan melakukan uji emisi kendaraan bermotor.

    D.  Promotif 
             1. Mengadakan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan.
      Sumber: http://www.e-dukasi.net/index.php?mod=script&cmd=Bahan%20Belajar/Materi%20Pokok/view&id=48&uniq=all

Minggu, 24 Juli 2011

Daftar 10 Negara Perokok Terbesar di Dunia


  1. China = 390 juta perokok atau 29% per penduduk
  2. India = 144 juta perokok atau 12.5% per penduduk
  3. Indonesia = 65 juta perokok atau 28 % per penduduk (~225 miliar batang per tahun)
  4. Rusia = 61 juta perokok atau 43% per penduduk
  5. Amerika Serikat =58 juta perokok atau 19 % per penduduk
  6. Jepang = 49 juta perokok atau 38% per penduduk
  7. Brazil = 24 juta perokok atau 12.5% per penduduk
  8. Bangladesh =23.3 juta perokok atau 23.5% per penduduk
  9. Jerman = 22.3 juta perokok atau 27%
  10. Turki = 21.5 juta perokok atau 30.5%
** Data saya olah dari hasil laporan WHO 2008 dengan statistik jumlah perokok 1.35 miliar orang.
Statistik Perokok Indonesia***
Statistik Perokok dari kalangan anak-anak dan remaja
  • Pria = 24.1% anak/remaja pria
  • Wanita = 4.0% anak/remaja wanita
  • Atau 13.5% anak/remaja Indonesia
Statistik Perokok dari kalangan dewasa
  • Pria = 63% pria dewasa
  • Wanita = 4.5% wanita dewasa
  • atau 34 % perokok dewasa
Jika digabungkan antara perokok kalangan anak+remaja+dewasa, maka jumlah perokok Indonesia sekitar 27.6%. Artinya, setiap 4 orang Indonesia, terdapat seorang perokok. Angka persentase ini jauh lebih besar daripada Amerika saat ini yakni hanya sekitar 19% atau hanya ada seorang perokok dari tiap 5 orang Amerika. Perlu diketahui bahwa pada tahun 1965, jumlah perokok Amerika Serikat adalah 42% dari penduduknya. Melalui program edukasi dan meningkatkan kesadaran untuk hidup sehat tanpa rokok (+pelarangan iklan rokok di TV dan radio nasional),  selama 40 tahun lebih Amerika berhasil mengurangi jumlah perokok dari 42% hingga kurang dari 20% di tahun 2008 ini.
*** Data laporan WHO 2008 untuk Indonesia.
************
Pertumbuhan Produksi Rokok Indonesia
Dari data WHO di atas, Indonesia dinobat sebagai negara dengan konsumsi rokok terbesar nomor 3 setelah China dan India dan diatas Rusia dan Amerika Serikat. Padahal dari jumlah penduduk, Indonesia berada di posisi ke-4 yakni setelah China, India dan Amerika Serikat. Berbeda dengan jumlah perokok Amerika yang cenderung menurun, jumlah perokok Indonesia justru bertambah dalam 9 tahun terakhir. Pertumbuhan rokok Indonesia pada periode 2000-2008 adalah 0.9 % per tahun.
no smoking
Namun, perlu dicatat bahwa selama 2000-2003, produksi rokok Indonesia menurun dari 213 miliar batang (2000) menjadi 173 miliar batang (2003) atau turun 18.7%. Namun, sejak 2004 hingga 2008 pertumbuhan rokok Indonesia sangat besar dari 194 miliar [2004] menjadi 230 miliar batang [2008] atau naik 18.6% selama kurun 5 tahun. Jadi selama pemerintah SBY-JK periode 2004-2009, industri rokok tumbuh pesat dengan pertumbuhan rata-rata 4.6% tahun. [Baca : Industri Rokok Tumbuh Pesat].
Tidak kurang Rp 100 triliun rupiah dana masyarakat dikeluarkan hanya untuk membeli sekitar 225 miliar batang rokok. Dan dari pangsa pasar yang begitu besar dan subur di negeri ini, maka perusahaan rokok menjadi salah satu sumber bisnis bagi para milionaire yang masuk 40 orang terkaya Indonesia 2009 seperti Rudy  Hartono (Djarum), Putera Sampoerna (Philip Morris <– PT HM Sampoerna) dan Rachman Halim (Gudang Garam).
Hari Bebas [dari] Rokok Se-Dunia : 31 Mei
Di setiap kemasan rokok, kita pernah membaca peringatan keras akan dampak merokok yakni “Merokok dapat menyebabkan Kanker, serangan Jantung, Impotensi dan gangguan Kehamilan dan Janin“.  WHO pun mengingatkan bahwa rokok merupakan salah satu pembunuh paling berbahaya di dunia. Pada tahun 2008, lebiih 5 juta orang  mati karena penyakit yang disebabkan rokok. Ini berarti setiap 1 menit tidak kurang 9 orang meninggal akibat racun pada rokok. Angka kematian oleh rokok ini jauh lebih besar dari total kematian manusia akibat HIV/AIDS, + tubercolis + malaria + flu burung.
Dalam hal ini, tindakan merokok merupakan tindakan merusak kesehatan sendiri, begitu juga tabungan dan penghasilan kita. Menghirup racun rokok secara kontinyu, tidaklah jauh berbeda dengan menghirup bakteri-bakteri penyakit. Ekstimnya, tindakan merokok hampir serupa dengan menghirup flu babi, yakni “mencari penyakit yang akan membawa kematian lebih tragis“. Dan jika tidak ada pencegahan yang serius dalam menghambat pertumbuhan rokok, maka setidaknya 8 juta orang akan meninggal akibat rokok pada tahun 2030. Dan abad 21 ini,  akan ada 1 miliar orang meninggal akibat penyakit disebabkan rokok andai saja tidak ada usaha mencegah pertumbuhan rokok.
**************

World No Tobacco Day 2009 Theme : Tobacco Health Warningsa
World No Tobacco Day 2009 Theme : “Tobacco Health Warnings”
Masyarakat miskin merupakan kelas yang mengalami dampak yang paling besar dari Industri rokok. Sudah menjadi rahasia umum bahwa tujuan dari bisnis industri rokok adalah membuat konsumen menjadi tercandu dan pada akhirnya menjadi perokok aktif. Segmen konsumen yang paling merasakan kerugian dari “kecanduan rokok” adalah kalangan masyarakat miskin. Dari catatan WHO, jumlah terbesar perokok berada di negara-negara miskin berkembang.
Bagi perokok ekonomi lemah (miskin), menjadi perokok berarti ia harus mengeluarkan uang yang harusnya digunakan kebutuhan dasar seperti makanan bergizi, pendidikan, pakaian, kesehatan, atau tabungan ke pengeluaran sia-sia hanya untuk membakar batang demi batang rokok.
Abdillah Ahsan, peneliti di Lembaga Demografi FE-UI mengatakan bahwa merokok bagi masyarakat ekonomi lemah merupakan masalah yang cukup serius bagi kesehatan, kultur dan biaya pendidikan. “Semisal, seorang kepala keluarga mengonsumsi rokok satu pak seharga Rp5 ribu per hari. Padahal, uang yang terbakar melalui rokok tersebut bisa dibelikan tiga butir telur yang mengandung banyak gizi untuk makan seluruh anaknya,” [kesehatan & gizi]. “Saya pernah menemukan kesaksian ada seorang sopir berpenghasilan Rp50 ribu sehari dengan empat anak yang kedua anaknya tidak sekolah dengan alasan biaya. Anehnya, sopir tersebut mampu menghabiskan uang Rp24 ribu per hari untuk membeli tiga pak rokok,” [biaya pendidikan]
Dalam kasus diatas (kasus perokok yang umum terjadi di negeri kita), jika kita melihat secara mendalam, maka rokok tidak jauh berbeda dengan candu atau esktrimnya adalah narkoba. Demi rokok, seorang rela mengurangi jatah makanan yang bergizi bagi anak-anaknya. Bahkan ia menghabiskan uang rokok yang jauh lebih besar daripada biaya pendidikan anaknya.
Katakan Tidak pada Rokok bagi Anak-Anak & Remaja
Perokok dari ekonomi miskin Bangladesh menghabiskan uang 10 kali lebih banyak daripada biaya pendidikan anaknya. Perokok dari ekonomi miskin Indonesia menghabiskan 15% penghasilannya untuk rokok. 20% penduduk miskin Meksiko menghabiskan 11% penghasilannya untuk rokok. [WHO 2008]
Sesungguhnya, dampak negatif Industri rokok sangat dirasakan oleh masyarakat miskin daripada orang kaya. Orang miskin akan jauh lebih rentan terserang penyakit [oleh rokok] daripada orang kaya. Dan secara tidak sadar, rokok merupakan salah satu faktor “jeratan setan kemiskinan” di masyarakat kita. Orang miskin (penghasilan keluarga < 1 juta per bulan) harus menghabiskan porsi yang besar penghasilannya untuk membeli rokok. Tidak sedikit mereka bahkan menghabiskan 1/4 penghasilan hanya untuk membeli 1-2 bungkus roko per hari (atau Rp 240.000 hingga Rp 480.000 per bulan).
Bagi si perokok (misalnya kepala keluarga), merokok akan mengakibatkan penyakit yang berbahaya. Dan bagi keluarga si perokok, gaji/penghasilan yang harusnya dapat digunakan untuk memberi gizi yang cukup serta investasi untuk pendidikan harus dipotong karena rokok.  Dan jika kepala keluarga yang kecanduan merokok relatif tinggi, maka pada usia yang masih relatif muda (35-45 tahun), ia mulai sakit-sakitan atau bisa jadi kena kanker. Ketika sakit, maka ia akan kesulitan bekerja. Penghasilan akan turun, dan sumber keuangan keluarga akan bermasalah. Anak-anaknya yang sedang sekolah atau melanjutkan studi akan kesulitan biaya. Si keluarga harus mengeluarkan biaya  ekstra untuk pengobatan si suami (kepala keluarga). Dengan kondisi seperti ini, maka sangat mungkin si anak tidak bisa melanjutkan studi.
Dengan modal pendidikan rendah serta asupan gizi rendah (kecerdasan lebih rendah), maka si anak akan mengalami nasib yang hampir serupa dengan si orang tuanya. Tanpa contoh dari orang tua, proteksi dari lingkungan, himbauan dari pemerintah, larangan iklan rokok di TV, maka sangat mungkin si anak ikut terjerumus oleh rokok. Sebagian penghasilannya juga akan digunakan untuk merokok sejak dini. Dan habit ini akan terus diwarisi hingga ke anak, cucu dan seterusnya. Selain berdampak pada keluarga, si perokok (suami yang sudah sakit) secara tidak langsung akan menjadi beban pemerintah, beban negara. Setidak-tidaknya, orang miskin harus mendapat perawatan/pengobatan subsidi dari negara.  Kas negara akan tersedot untuk biaya pengobatan para perokok yang sakit, untuk biaya mencipta lapangan kerja serta biaya sosial keluarga si orang tua ini (perokok).
******
Dari tulisan diatas, saya mengajak kita semua agar melakukan tindakan proteksi bagi generasi muda agar tidak terjerumus pada kecanduan rokok. Sedangkan bagi rekan-rekan, bapak/ibu yang telah menjadi perokok aktif, maka sebaiknya tidak merokok di tempat-tempat tertutup dimana orang-orang lain (yang tidak merokok) berkumpul. Silahkan tetap merokok ditempat yang pantas dan alangkah baiknya jika Saudara dapat mengurangi frekuensi merokok demi  kebaikan Anda, orang tua, istri, anak dan orang sekitar Anda.
Pemerintah harus mengutamakan kepentingan jangka panjang akan bahaya dan efek besar dari rokok, tidak hanya mengejar setoran pajak/cukai dari rokok/tembakau. Pemerintah semestinya melarang iklan rokok di TV, Radio dan Koran Nasional. Begitu juga tidak ada lagi iklan-iklan rokok dalam bentuk spanduk yang menghiasi jalan-jalanan.  Sebaliknya, perusahaan rokok diwajibkan mengeluarkan 2.5-10% laba kotor untuk kegiatan CSR dibidang kesehatan dan pengembangan ekonomi masyarakat non-rokok.  Disamping itu, pemerintah harus menaikkan pajak rokok dan secara bersamaan merencanakan pengalihan lahan pertanian tembakau menjadi pertanian pangan/energi lainnya. Secara bertahap, dengan etikad bersama, kita mampu kurangi jumlah perokok di Indonesia.  Kita mampu menekan jumlah asap beracun yang tersebar baik di rumah, kantor, pasar, pelabuhan, terminal bahkan di tempat ibadah.  Dengan tidak merokok, dana triliunan rupiah dapat dialihkan untuk pembangunan investasi UKM tepat guna. Dan dengan perencanaan jangka panjang, maka beberapa pabrik rokok dapat ditutup setelah 30-50 tahun mendatang tanpa menimbulkan dampak ekonomi secara signifikan. Mari lakukan perencanaan jangka panjang untuk penutupan pabrik rokok sejak dini demi masa depan bangsa. [Baca ulasan penutupan rokok ini : Mitos Industri Rokok Sangat Penting Bagi Negara ].
Asap Rokok Mengancam Kanak-Kanak

Perokok pasif adalah orang yang dipaksa menyedut asap rokok basi yang datang dari perokok. Kepekatan bahan kimia beracun yang terkandung dalam asap rokok basi adalah lebih jika dibandingkan dengan kepekatan asap disedut oleh perokok secara aktif. Anak-anak yang didedahkan pada asap rokok basi ini mengalami risiko lebih tinggi untuk mengalami pelbagai masalah kesihatan. Mereka cenderung untuk mengalami masalah seperti batuk, asma serta jangkitan paru-paru dan telinga.

Berikan Anak-Anak Anda Kehidupan Yang Sihat

Mereka mungkin terpaksa mengidap penyakit yang berpanjangan disebabkan terdedah kepada asap rokok basi. Mereka akan membesar dengan mempercayai merokok adalah satu tabiat normal. Daya fikiran mereka mungkin menjadi lembap dan akhirnya akan hidup sengsara. Jangan lakukan ini pada mereka.

Berhenti merokok - Kalau bukan untuk diri anda. Lakukan untuk anak-anak anda.

Asap Rokok Basi Memudaratkan Kanak-Kanak
Anak-anak anda begitu bernilai, mereka membawa kegembiraan dan kebahagiaan kepada anda.
Mengenangkan mereka akan membawa senyuman ke bibir anda.
Jagalah mereka, sayangi mereka.
Berikan anak-anak anda permulaan yang baik dalam kehidupan.
Pastikan kesihatan mereka terjamin dan masa depan mereka cerah.
Berhentilah meracuni mereka dengan asap rokok.

Rokok Mengakibatkan Mati Pucuk
Rokok mengandungi berbagai-bagai bahan bahaya termasuk nikotin.
Kebiasaan merokok menyebabkan penggantungan dan ketagihan nikotin.
Nikotin menyebabkan saluran darah ke zakar menjadi sempit dan tersumbat. Dengan itu nikotin mengakibatkan mati pucuk.
Kualiti sperma anda akan terganggu.
Kemampuan menghasilkan ereksi akan berkurangan dan nafsu seks akan menjadi lemah.
Hubungan Seks Anda Akan Terganggu
Hubungan seks adalah penting dalam kehidupan kita.
Ia membantu anda menikmati perkahwinan yang indah.
Selamatkan diri anda dari mati pucuk
Jangan biarkan diri anda menjadi mangsa nikotin.
Bertindak bijak, jangan merokok.
Fikirkanlah Tentang Pasangan Anda

Perkahwinan adalah titik permulaan bagi hubungan indah yang suci murni. Mati pucuk akan menyumbang kepada ketidakpuasan dan mengakibatkan keretakan rumah tangga.

Jangan pentingkan diri anda, berhenti merokok. Fikirkan tentang orang lain, fikirkan tentang pasangan anda.

Merokok Mengakibatkan Strok
Bahan kimia yang dibebaskan oleh asap rokok akan menjejaskan organ-organ dalam badan. Merokok menambahkan risiko penyakit berbahaya dan menyebabkan 10–12% dari kematian di Malaysia. Strok (Angin Ahmar) amat berkait rapat dengan tabiat merokok.
Kesan nikotin yang disebabkan oleh merokok merosakkan saluran darah.
Dinding salur darah akan menjadi tebal dan sempit, dan dengan itu aliran darah akan menjadi sukar.
Strok disebabkan oleh salur darah tersumbat di dalam otak.
Sebahagian badan anda mungkin akan lumpuh dan anda mungkin maut.
Kurangkan Risiko Anda Mendapat Strok
Merokok menambahkan risiko strok (Angin Ahmar).
Kurangkan risiko anda dengan berhenti merokok.
Jangan biarkan diri anda dan keluarga anda hidup menderita.
Bantulah diri anda.
Amalkan cara hidup sihat.
Jangan merokok.
Berhenti Merokok
Jangan merokok. Masa depan yang hebat menanti anda dan keluarga anda.
Lakukan aktiviti sihat seperti bersukan dan berhobi.
Hidup akan lebih bermakna jika tidak terjerat dengan ketagihan yang membazirkan.
Luahkannya dengan cara positif.
Bergiat aktif. Bebaskan diri anda dari belenggu ketagihan.
Rokok Mengakibatkan Serangan Sakit Jantung

Merokok sememangnya satu tabiat buruk. Malangnya 50% dari golongan lelaki di Malaysia merokok. Merokok merupakan faktor risiko utama bagi penyakit bahaya dan menyebabkan 10–12% kematian di Malaysia. Serangan sakit jantung adalah berkait rapat dengan merokok.

Sayangkan Jantung Anda
Merokok menambahkan risiko serangan sakit jantung.
Kurangkan risiko anda dengan berhenti merokok.
Jangan biarkan asap rokok membunuh anda.
Jauhilah diri dari asap rokok basi.
Belajarlah menyayangi jantung anda.
Jangan merokok.
Fakta Membimbangkan Akibat Merokok
50% dari golongan lelaki di Malaysia adalah perokok.
Di Kuala Lumpur, nisbah antara perokok lelaki dan wanita di bawah umur 30 tahun adalah 5:1.
Kadar merokok dari golongan remaja dan wanita semakin meningkat. 25% dari pelajar sekolah berumur 15 tahun ke atas pernah mencuba merokok dan 70% dari kumpulan ini akan menjadi perokok apabila meninggalkan bangku sekolah.
60-75% dari asap rokok akan disedut oleh orang yang tidak merokok.
Hanya 50% perokok akan dapat menjangkau umur 70 tahun.
Rakyat Malaysia membelanjakan RM1.5 bilion setiap tahun untuk membeli rokok.
Rokok Mengakibatkan Kanser Paru-Paru

Asap rokok mengeluarkan hampir 4,000 bahan kimia beracun dan 53 dari bahan kimia ini boleh mengakibatkan kanser. Merokok menambahkan risiko penyakit merbahaya seperti kanser paru-paru. Ia merupakan kanser paling kerap dialami golongan lelaki dan amat berkait rapat dengan tabiat merokok. Jika anda mengalaminya, peluang untuk sembuh amat kecil sekali.

Selamatkan Diri Anda Dari Kanser Paru-Paru
Setiap sedutan membawa padah.
Kenapa harus meracuni diri?
Jangan biarkan asap rokok merosakkan paru-paru anda.
Selamatkan diri dari kanser paru-paru.
Bertindak bijak, jangan merokok.
Keluarga Anda dan Orang Tersayang

Keluarga dan rakan-rakan anda pasti akan merasa amat sedih sekiranya mereka tahu bahawa anda sedang menderita akibat kanser paru-paru. Emosi insan-insan kesayangan anda akan terganggu apabila hidup anda menjadi hancur lebur di hadapan mata mereka. Kehidupan anda akan hanya berkisar pada keperluan perubatan yang membebankan.

Berhenti merokok - Kalau bukan untuk diri anda, lakukanlah untuk anak-anak anda.